Sunday, April 16, 2006

Tehnik Dasar

Istilah yang digunakan :

Sudoku terdiri dari 3x3 kotak, masing-masing terbagi lagi menjadi sembilan kotak lebih kecil. Sehingga sebuah soal sudoku memiliki bagian-bagian yang perlu diberi nama.
Untuk memudahkan, terutama untuk menghindari kerancuan penyebutan antara kotak besar dan kotak kecil, digunakan istilah-istilah di bawah ini :


SEL : Kotak terkecil yang seharusnya berisi angka.

BOKS : Kotak lebih besar yang mengandung sembilan sel, 3x3 sel.

DERET : lajur-lajur horisontal
KOLOM : lajur-lajur vertikal.


BLOK : kumpulan tiga boks, vertikal maupun horisontal.
Jadi sebuah soal Sudoku terdiri dari 81 sel, atau 9 boks, atau 9 deret, atau 9 kolom, atau 3 blok.

Teknik Dasar Penyelesaian

Prinsip dasar penyelesaian Sudoku sangat sederhana : melengkapi setiap boks dan lajur agar terisi angka 1 sampai 9. Karena masing-masing terdiri dari 9 sel, maka tidak mungkin ada angka ganda dalam setiap boks atau lajur. Setiap soal Sudoku mempunyai satu solusi.
Tidak perlu kepandaian menghitung untuk menyelesaikannya, hanya kemampuan membedakan sembilan macam simbol, agaknya [?]. Cobalah ajari adik, anak, atau cucu yang sedang belajar mengenali angka. Dengan soal yang lebih sederhana tentunya. Akan ada kejutan-kejutan menarik.

Contoh soal di atas disalin dari Die Welt Kompakt, Jerman, edisi 28 Maret 2006. Sebuah Sudoku yang agak beda. Angka-angka yang tercantum disusun secara simetris.
Mari kita coba untuk mengisinya.
Memulainya bisa dari mana saja, tergantung struktur soal. Untuk sudoku yang ini, sekilas bisa kita pastikan : mulai dari tengah.
Hanya ada satu sel kosong di sana, berarti hanya satu angka yang kurang. Semua angka dari1 sampai 9 sudah ada dalam boks ini, kecuali angka 8. Jelas sel ini harus diisi angka 8.

Langkah berikut, kita amati lajur-lajurnya. Kita pilih salah satu yang memiliki sel-kosong paling sedikit misalnya : deret ke-6 dari atas.
Di sana ada empat sel kosong. Kemungkinannya bisa diisi angka-angka 2, 3, 8 atau 9.
Untuk menentukan posisi masing-masing, kita terapkan proses pemindaian dan eliminasi.
Angka 2, misalnya, tidak bisa berada di sel pertama deret itu, karena merupakan bagian dari kolom pertama yang sudah mengandung angka 2. Coba simak gambar di atas.
Dengan memindai setiap kolom yang terkait dengan sel kosong lainnya, kita bisa pastikan posisi angka 2 ada di sel kesembilan.

Satu per satu, posisi angka 3, 8 dan 9 bisa ditentukan dengan teknik serupa.

Selanjutnya, sebagai contoh kasus yang agak beda, kita konsentrasi ke boks kiri bawah. Ada lima sel kosong. Menggunakan teknik serupa, dapat diketahui angka 6 hanya bisa di kolom ke dua (sebab satu deret dan dua kolomnya sudah “terpakai”).
Angka 9 pasti di kolom ketiga, selnya ditentukan dengan melihat deret-deretnya.
Akibatnya angka 3 hanya bisa di bawah posisi angka 9 (bisakah Anda lihat sebabnya?).
Tentu bisa dipahami jika dikatakan bahwa penyelesaian problem Sudoku bersandar pada logika dan sebab akibat.

Kini tersisa dua sel kosong, milik angka 4 dan 7. Masing-masing punya kemungkinan yang sama. Di Sudoku kita tidak bisa main tebak, karena begitu salah tebak maka seluruh proses yang telah dijalani akan menjadi sia-sia.
Terpaksa boks ini ditinggalkan dulu. Kita perlu mengingat kedua sel kosong ini hanya bisa diisi angka 4 atau 7. Mengingat dua sel ini mungkin tak masalah. Tapi bisa dipastikan akan banyak sel lain yang harus diingat.
Karenanya, kita perlu memberi tanda. Menandai sel-sel sekecil ini butuh teknik khusus. Bisa terjadi lebih banyak coretan daripada angka yang tepat.

Ada berbagai teknik memberi tanda.
Yang paling praktis : membagi sebuah sel sudoku menjadi 3x3 titik. Setiap titik mewakili angka 1 sampai 9, dimulai dari pojok kiri atas, diakhiri di pojok kanan bawah.
Guna menghindari keruwetan, sebaiknya hanya dilakukan setelah tercantum semua angka [setelah semua proses pemindaian lajur dilakukan],

Berbekal teknik dasar ini, Anda pasti bisa menyelesaikan soal-soal Sudoku. Berbagai teknik lain, akan Anda temukan sendiri saat memraktekkannya. Ada kepuasan tersendiri ketika menemukan teknik yang lebih cepat. Apalagi kalau bisa melampaui kecepatan rekan kita.

~~~~~~~~~
12 Maret yang lalu, di Italia, untuk pertama kalinya diumumkan Juara dunia Sudoku 2006, berhadiah US$ 50.000.
Seorang wanita Ceko usia 31, Yana Tulowa (Jana Tylova), secara mengejutkan berhasil mengungguli favorit dari AS, Thomas Snyder, 26, sarjana Harvard University. Bahkan Tetsuya Nishio, seorang puzzlemaster dari Jepang, kreator “Killer Sudoku, hanya kebagian posisi ke-4.
Kita punya banyak pengangguran yang pintar-pintar, punya banyak waktu untuk Sudoku. Coba renungkan sebentar. Ayolah kita ciptakan peluang.


Sampaikan kritik, saran, komentar dan pertanyaan apa pun mengenai Sudoku. Rekan-rekan di
Sudoku Indonesia Group akan berusaha membantu dengan senang hati.

5 comments:

o'on said...

makasih buat kunjungannya :)

b0wo said...

saya muat di blog saya http://b0wo.blogpost.com... menarik saya pribadi tertarik...

Fajar said...

Thank banget mas Bro...Good Luck and God Bless U 4ever

Dito said...

Makasih ya...
Tp belom bgitu mengerti mas..

Salam,
Dungeons & Treasures

Bahrul Ulum said...

thanks gan sangat membantu